Kamis, 15 September 2011

Kisah Si Pensil Dan Si Penghapus(sangat penting utk disemak)

Pensil : “Maafkan aku Penghapus…”
Penghapus : “Maafkan aku??untuk apa Pensil?? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepadaku…”
Pensil : “Aku minta maaf karena aku telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada disana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat…”
Penghapus : “Hal itu memang benar…Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru.
Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru. Aku sungguh bahagia dengan peranku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih…”
Si Penghapus adalah Orang Tua kita…
Si Pensil adalah diri kita sendiri….
Orang tua akan selalu ada untuk anak-anaknya…
Untuk memperbaiki kesalahan anak-anaknya…
Namun, terkadang, seiring berjalannya waktu…
Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin kecil…
(Bertambah tua dan akhirnya meninggal).
Walaupun anak-anak mereka pada akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (Suami atau Istri),
Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.
“Hingga saat ini…
Saya masih menjadi Si Pensil…
Hal itu sangat menyakitkan diri saya…
Melihat si penghapus atau orang tua saya semakin bertambah “Kecil” dan “Kecil” seiring berjalannya waktu.
Kelak suatu hari…
Yang tertinggal hanyalah “Serutan” si penghapus
Segala kenangan yang pernah saya lalui dan miliki bersama mereka…”
Kisah ini saya dedikasikan secara khusus kepada orang tua saya dan seluruh orang tua kalian…
mumpung masih di bulan penuh barokah






                                                                               

Senin, 05 September 2011

"Apakah seseorang yang kau cintai harus memeluk agama yang sama denganmu?"

Aku duduk terdiam di depan tempat ibadah itu. Tempat ibadah yang mungkin tidak akan pernah kumasuki seumur hidupku. Tempat ibadah yang selamanya tak akan kubiarkan kakiku menginjak dan merasakan lantai dingin yang mungkin sedikit memberi kesejukan itu, masjid. Aku menunggunya dengan sabar, menunggu kekasihku selesai beribadah. Terlintas pikiran nakal kala itu, "Bagaimana mungkin aku bisa mencintai seseorang yang tempat ibadahnya tak sama denganku?" Tiga menit kemudian, beberapa orang telah meninggalkan tempat ibadah itu. Aku menyibukan kepalaku dengan menggerak-gerakannya, celingak-celinguk kanan kiri mencari sosoknya. Lalu, beberapa detik kemudian seorang pria berlari-lari kecil ke arahku, kekasihku, Idlan.

"Sayang, nunggunya lama ya?" Dengan nafas terengah-engah Idlan menyapaku.

"Enggak kok, tenang aja. Dimuka kamu masih ada air wudhu tuh, aku ada tissue, mau dilap dulu enggak?" Ungkapku sambil memeriksa isi tasku.

"Boleh deh." Jawabnya singkat sambil memerhatikan wajahku dengan seksama, aku terheran.

"Kenapa ngeliatin aku terus sih?" Tanyaku sinis memelototi matanya.

"Kamu cantik, kenapa enggak pake jilbab aja?" Gurau Idlan dengan tawa khasnya.

"Emangnya kalau aku pakai jilbab malah tambah cantik ya?" Tanyaku balik sambil mengacak-acak rambutnya.

"For sure, yes!"

"Cantik itu dari hati kok, bukan dari jilbab." Ujarku pelan sembari menarik tangannya agar melanjutkan perjalanan kita dengan berjalan kaki.

"Iya, Sayang. Tapi..."

"Lagian juga, yang harus dijilbabkan bukan cuma fisik, tapi juga hati." Timpalku memotong pernyataannya.

"Kok jadi dibawa serius sih?" Idlan menahan langkahnya, menarik tanganku agar memberhentikan langkahku.

"Siapa yang bawa serius? Aku cuma enggak suka aja, kalau kamu enggak bisa terima aku yang enggak pakai jilbab ini yasudah. Kalau kamu enggak bisa terima agamaku, maka kamu enggak bisa mencintai aku kan?" Pembicaraan menjadi panas, aku berjalan meninggalkannya. Seperti biasa, dia tak pernah mengejarku, dia tak pernah menahanku untuk tetap tinggal.
***
Ibu menunggu di depan rumah. Wajahnya temaram kelam layaknya menunggu seseorang. Aku menghampiri beliau dengan langkah terburu-buru.

"Mama, kok di luar?" Aku menghampiri mama sambil mengajak beliau memasuki rumah.

"Pulang sama siapa?" Tanya mamaku singkat.

"Sama, Idlan, Ma." Jawabku, juga dengan pernyataan yang singkat.

"Kamu masih sama dia, Nak?"

"Iya, Ma."

"Enggak inget nasehat, Mama?"

"Inget, Ma."

"Yang pertama?"

"Gelap tak mungkin bersatu dengan terang."

"Yang kedua?"

Aku terdiam sejenak, menatap ibuku yang memegang bahuku. Dengan paksa aku melepaskan tangannya, sambil bangkit berdiri aku berkata, "Semua agama itu sama, Ma. Hanya cara menyembahNYA saja yang berbeda!" Bentakku ketus. Mama terdiam.

Dengan kesal aku membanting penting kamar. Aku benci dijejeri pertanyaan sampah seperti itu. Apa salahnya jika aku menjalin hubungan lebih dari teman dengan seseorang yang tidak seagama denganku? Inilah Indonesia, perbedaan harus dianggap sebagai sesuatu yang tak akan pernah bisa disatukan.
***
Seusai ibadah, aku iseng melihat ke celah-celah pintu gereja, ada seorang pria yang sepertinya tengah menunggu seseorang, ia duduk di atas sepeda motornya. Setiap beberapa detik ia selalu melihat ke arah gereja, seakan-akan matanya menyusuri setiap celah-celah kecil gereja itu. Aku seperti mengenal raut wajah pria itu, "Seperti Idlan." Ucapku dalam hati, lirih.

Sekitar pukul 14:00 siang, dengan langkah santai aku meninggalkan tempat ibadahku, gereja. Ternyata benar dugaanku, pria yang sejak tadi bertengger di depan gereja adalah Idlan. Aku mempercepat langkahku, tapi Idlan tetap menghampiriku.

"Zuriel, maaf ya kemarin." Dengan wajah tersipu malu, Idlan menghampiriku.

"Aku selalu memaafkanmu, bahkan sebelum kau meminta maaf." Aku menghentikan langkahku, menatap matanya dan tersenyum sendu saat melihat wajahnya. "Tapi, hubungan kita cukup sampai disini."


Seakan-akan ribuan pedang menghujam Idlan, matanya berair, dia menatapku dengan serius, "Kamu beneran?"

"Ya." Jawabku singkat, sambil mengarahkan pandanganku ke arah lain. Matanya berair, aku tak pernah suka pemandangan itu. Cowok kok sukanya nangis?

"Sesingkat ini?"

"Sesingkat? Hubungan kita sudah satu tahun! Dan, mau tahu hal yang selalu kutahan? Kamu selalu memperlakukanku seperti temanmu bukan kekasihmu. Kamu tidak pernah berusaha menjaga perasaanku. Kamu tak pernah berusaha mentolerir agamaku, maka kamu tidak akan pernah menerima cintaku." Jelasku panjang lebar, membiarkan hatinya teriris.

"Maaf, Riel."

Ameba pico

 

 

AMEBA PICO
Ameba Pico, a virtual world where you can recreate yourself, and express your own style with users from around the world. Come join Ameba Pico, and make it yours!

Official Web
http://pico.ameba.net/
Facebook Apps
http://apps.facebook.com/amebapico/
Information blog
http://info.pico.ameba.net/

Minna-San! Nah hari ini, Chihiro Anne Chan, panggilnya Itou Chihiro atau Anne mau ngomongin tentang Ameba Pico nih, tahu kan?
Kalau gak tahu, nah tujuanku itu dong, haha ^w^
Jadi, gini nich... Ameba pico tuh, game yang semacam TinierMe gitu deh, yang modenya Make Friends- Chat with friends. Nih contoh gambarnya..
Itu aku tuh, yang pakai baju hitam...Lumayan lucu kan? (Maksudku bukan orangnya, tapi gambarnya)

Nah Ameba Pico ini ada sistem yang namanya Star Book.
Cara kerjanya ya, kayak disuruh menyelesaikan quest begitu deh...
Nih tipsnya Chihiro, cara nyelesain semua Star Booknya.. (Aku sendiri juga belom.

 

 

Ameba Pico Star collection Guide

Hal 1 (1-16)
1. Go to closet : ganti baju
2. Move furniture : pindahkan barang-barang kamu dirumah
3. Play Daily Gacha : bermain gacha
4. Go to Catalog Order Shop : ke shop dekat gacha yang berada di tab bawah diatas kumpulan buddy bawah
5. Go travel : ke tempat travel
6. Take a photo : foto gambar pico kamu (terserah upload di facebook atau ke komputer)
7. Use your "Hello" action : klik action hello
8. Give pico prop : klik pico orang dan klik prop
9. Go visit someone' room : ke rumah pico orang
10. "Ring" a bell when you visit a pico's room : kamu jika ke rumah orang, klik ring dibawah depskripsi room
11. Enter your profile : ubahlah self-introduction kamu
12. Enter the room setting : ubahlah nama room kamu
13. Time travel to the past : ke travel time travel (ex: Egypt, Age of Exploration, Edo, dan Stone Age)
14. Visit the Statue of Liberty : ke patung liberty di travel
15. Make a pico buddy : klik profile pico lain, klik buddy request, dan ketik pesan yang kamu inginkan. kirim deh
16. Warp to pico buddy : jika sudah menjadi buddy, kamu klik ikon hijau jika online.

Hal 2 (17-32)
17. Leave message on visitor board : caranya, kamu hanya klik ikon message board di samping favorite. Dan kamu tulis disitu misalnya pesan or pujian room.
18. Send a offline Message : jika buddy kamu off, kamu bisa kirim message.
19. Whisper to an online buddy : kamu klik tanda balon kata jika buddy kamu online, dan kamu bisa chat disitu bersama temanmu.
20. Play Reversi : kamu bermain reversi di game
21. Play Match Card : kamu bermain match card di game
22. Visit park area : kamu ke park (ex: community park, night club..)
23. Change your wallpaper : jika kamu mempunyai token, kamu bisa membeli wallpaper di NYC Downtown.
24. Watch volcano explosion : kamu akan melihat gunung merapi di Stone Age meletus
25. Consume your drink/food : kamu harus makan makanan yang ada di pocket kamu or diberi pico lain
26. Share your drink/food : kamu diminta untuk mengasih makanan kepada pico lain (di pocket)
27. Invite 3 people into your room at once : invite pico lain sampai 3 orang
28. Invite 5 people into your room at once : sama kayak no.27
29. Invite 9 people into your room at once : cara mudah yaitu bikin acara (event)
30. Received 50 pico props : kamu harus mengoleksi prop kamu sampai 50
31. Received 100 pico props : sama kayak no.30
32. Time-travel to carribean port : kamu pergi ke tempat time travel bagian age of exploration dan klik gambar pelabuhan

Hal 3 (33-49)
33. Play Pirate Rock-Paper-Scissor game : mainkan pirate RPS di game
34. Win Reversi 100 times : kamu disuruh memenangkan Reversi 100x
35. Win Match Card 100 times : no. 34-36 misinya sama, 100x menang
36. Win Pirate Rock-Paper-Scissor 100 times : liat no.35
37. Team up and beat the monster : kamu disuruh ke pirate ship untuk menembak meriam sebanyak 10 orang dalam waktu yang sama dan sampai monster berbentuk tentakel raksasa muncul
38. Meet the Dinosaur : kamu dance volcano sebanyak 10 orang dan sampai Stone Age benar-benar gempa dan akan muncul dinosaurus berwarna merah
39. Place 100 block in your room : taruh block berbentuk persegi sebanyak 100 buah untuk memenangkan bintang itu
40. Host the event : buatlah sebuah acara untuk memeriahkan room kamu
41. Go inside the pharaoh's champer : misi kamu adalah masuk ke egyptian shrine dan temukan tempat peristirahatan Pharaoh
42. Meet the Pharaoh : kamu akan menyelesaikan puzzle yang diberikan dalam waktu yang tertulis
43. Bow the queen of Accient Egypt : kamu akan melihat ratu di tempat duduk dengan latar ada kapal, kamu disuruh untuk klik action "bow" di hadapannya
44. Find a Dolphin in sparkling ocean : kamu harus memakai baju renang untuk mencapai pulau di seberang pantai dan menggunakan action "hello" untuk memancing lumba-lumba agar melompat2 di laut lepas
45. Watch the fire dance in sunset beach : kamu akan melihat fire dance jika kamu bisa menari hula dance 10 orang (kamu bisa melihat tanpa dance juga)
46. Meet a legend of Chaulin in china : kamu harus memakai renkan-ken (beli 1 action seharga 500, totalnya sekitar 19 action), dan kamu menggunakan action itu sampai shaulin datang dan membuat gempa di situ.
47. Eat chinese food in china : kamu pergi ke Chinese Dinner, dan beli makanan china (apa saja) dan makan disitu.
48. Withness a ghost somewhere in Edo Jokamachi : kamu harus datang kesana jika kamu tahu waktu jam di jepang. biasanya kita bisa kesana sekitar jam 20.00 dari Indonesia, 22.00 dari Jepang.
49. Meet a Edo lord in Ooku Hallways : quest ini lumayan susah, karena banyak orang yang antri kesana (sama seperti ameba pigg ramenya, tapi ini sudah lumayan). Kamu harus duduk di bantal yang disediakan, kamu harus menyuruh pico lain untuk duduk, jika semuanya sudah maka akan datang edo lord

Hal 4 (50-52)
50. Play team arithmetic : kamu disuruh main Dual Math Battle. 1 tim mewakili 2 orang (kursi merah dan biru)
51. Received a glass of water from the waiter : pergi ke Paris Cafe, kamu harus duduk jika ingin mendapat air putih dari pelayan.
52. Check out the Fashion Show! : kamu harus menunggu di Champs-Elysees untuk melihat fashion show, tapi maaf banget aku gak bisa menentukan jamnya karena gak pernah kesana lagi.

Minggu, 28 Agustus 2011

Hidup Itu….. (Praktek)


Kenang lama tengah keheningan
Di kelam kesunyian malam
Hanya menggaung kaki tak terperanjak
Membisu di pertapaan malam
Sampai denting hati di titik nol
Arti hakiki di cari cari
Ayat ayat kasih di peluk
 
Melukis kabut tanpa dimensi
Di berapa langkah tubuh singgah
Seberapa jauh jejak sampai manusia lacak
Hidup itu hidup
Hidup tak di kata
 
Menuai sepenggalah kata dengan memecah asa kemustakhilan
Selaksa angan  buta
Larut di arus deras mimpi
Jauh menjauh
Semakin jauh diri memandang hati
Menilai diri semakin asing